Salah satu faktor penting dalam rangka pencapaian tingkat pertumbuhan nasional adalah ketahanan dalam bidang energi. Dengan terus meningkatnya konsumsi energi yang melampaui laju pertumbuhan hasil produksi, industri minyak dan gas memiliki tantangan tersendiri, dengan meningkatkan penemuan cadangan minyak dan gas baru serta mengurangi impor minyak melalui peningkatan produksi dari lapangan minyak nasional.

Terkait hal itu, Direktur Utama Dapen Pertamina, Helmi Kamal Lubis, mengatakan bahwa dia percaya bahwa industri migas di Indonesia masih memiliki prospek yang cerah sebagai tujuan investasi serta yakin mampu memberikan imbalan hasil investasi yang menjanjikan bagi para investor.

Hal tersebut menjadi salah satu faktor bagi Dana Pensiun (Dapen) Pertamina, salah satu pengelola dana pensiun terbesar di Indonesia, yang memiliki total aset kelolaan sebesar lebih dari Rp 10 Triliun untuk melakukan pembelian saham PT Sugih Energy Tbk. Saat ini, jelas Helmi, Dapen Pertamina telah memiliki saham sebesar 8,1 persen pada perseroan.

“Transaksi pembelian saham tersebut akan dapat memberikan return yang cukup baik melihat prospek Perseroan ke depan yang masih sangat menjanjikan,” ujar Helmi.

Helmi Kamal Lubis juga mengatakan bahwa Dapen Pertamina juga memiliki kredensial dalam industri migas di Indonesia, di mana Dapen tersebut didirkan oleh PT. Pertamina (Persero).

“Melalui transaksi ini, diharapkan Dapen Pertamina dapat memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional khususnya melalui sektor ketahanan energi,” tambah Helmi.

Diterangkanya pula bahwa Perseroan memiliki blok-blok migas yang memiliki tingkat resiko relatif rendah, di mana blok-blok tersebut berada pada cekungan hidrokarbon yang telah terbukti dan berada di wilayah ayng memiliki infrastruktur baik.

Perseroan, lanjut Helmi memiliki portofolio yang seimbang antara minyak dan gas bumi yang membuat mereka memiliki keunggulan strategis dalam pendapatan jangka pendek dan menengah. “Sehingga, perseroan memperoleh keuntungan dari target pasar yang terdiversifikasi, terutama dari para pengguna gas,” paparnya.

“Masuknya Dapen Pertamina membuktikan bahwa fundamental dan rencana bisnis kami dapat merealisasikan potential upside perseroan dalam memenuhi kebutuhan energi Indonesia yang sedang tumbuh. Kami percaya, pemegang saham baru akan memberikan nilai tambah bagi perseroan di masa depan,” ujar Presiden Direktur PT Sugih Energy Tbk, Andhika Anindyaguna.

PT. Sugih Energy Tbk. (SUGI) sendiri merupakan perusahaan yang beroperasi pada bidang eksplorasi dan produksi minyak dan gas. Dengan anak perusahaanya, SUGI termasuk pemegang minat dalam eksplorasi dan produksi pada tiga aset yang terletak di pulau-pulau Indonesia bagian Barat dari Sumatera dan Jawa, daerah yang memang terkenal akan keuntungan eksplorasi dalam minyak dan gas.

Sugih Energy Tbk, yang dahulu bernama Sugi Samapersada Tbk didirikan dengan nama PT Saranatama Unimada Gunabina Internasional tanggal 26 Maret 1990 dan mulai beroperasi pada tahun 1993. Pada tahun 2002, SUGI tercatat pada Bursa Efek Indonesia pada Papan Pengembangan.

Meski percaya pada sektor migas Indonesia, ternyata kebijakan investasi Dapen Pertamina yang dipegang Helmi Kamal Lubis tidak hanya berada di bidang itu saja. Selain memiliki emiten-emiten di bidang migas, ternyata Dana Pensiun (Dapen) Pertamina juga memiliki rencana mengakuisisi perusahaan terbuka (emiten) sektor properti dengan nilai sekitar Rp 800 miliar.

Terkait hal tersebut, Direktur Utama Dapen Pertamina M Helmi Kamal Lubis mengatakan, bahwa keinginan mengakuisisi saham emiten properti tersebut untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi pensiunan PT Pertamina (Persero) yang mencapai 40.000.

“Jadi setelah masuk menjadi mayoritas, Dapen langsung pesan 40.000 rumah untuk pensiunan. Nanti kan perusahaan properti itu langsung naik pra penjualannya,” ujar Helmi.

“Siapanya nanti, kalau dikasih tahu harga sahamnya bisa naik. Tapi nanti rumah-rumah itu akan dibangun di sekitar Tangerang, harganya juga di bawah Rp 500 juta per unit,” ucap Helmi.

Selain itu, Dana Pensiun (Dapen) Pertamina juga berencana meningkatkan portofolio investasi untuk perusahaan ritel domestik. Mereka akan membeli saham sekitar 7-10% pada PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), induk usaha dari toko ritel yang saat ini tengah booming di Indonesia dengan usaha Alfamart, Alfamidi, Alfa Express, dan Lawson di Indonesia.

“Kami sudah pernah berbicara dengan pemilik Alfamart, Djoko Susanto. Namun, sepertinya mereka belum beniat melepas. Kemungkinan karena kita ingin beli dalam porsi yang besar. Jadi sekarang posisi kami menunggu saja,” kata Presiden Direktur Dapen Pertamina Helmi Kamal Lubi.

Sebelumnya juga Dapen Pertamina telah melakukan langkah besar dengan akuisisi perusahaan terbuka pada 23 September 2015, membeli saham PT Sugih Energy Tbk (SUGI) sebanyak 1,55 miliar dengan harga Rp 390 dan totalnya senilai Rp 605,70 miliar. Dengan akuisisi tersebut, Dapen Pertamina sudah memiliki saham sekitar 2 miliar saham SUGI. Helmi Kamal Lubis juga sebelumnya mengatakan bahwa mereka menginginkan memiliki saham 20 persen di SUGI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here