Dipimpin Helmi Kamal Lubis, Dapen Pertamina Beli 3 Perusahaan

0

Setelah mendapatkan saham di Sugih Energy, Dana Pensiun Pertamina (Dapen Pertamina) ‘perusahaan yang mengelola dana pensiun Pertamina’ kembali mengincar dua perusahaan minyak dan gas lainnya yang terdaftar dan sebuah perusahaan properti yang terdaftar untuk ditambahkan ke portofolio perusahaan tersebut. Hal ini dikatakan oleh pejabat tertinggi Dapen Pertamina.

Helmi Kamal Lubis, CEO Dapen Pertamina, mengatakan bahwa dana pensiun tersebut ingin meningkatkan dan menghasilkan pengembalian aset yang dikelola, dan langkah yang diambil oleh perusahaan dengan melakukan pembelian sejumlah perusahaan.

Perusahaan yang akan diakuisisi, katanya, semuanya akan terdaftar di publik, dan dia ingin Dapen Pertamina menguasai saham di masing-masing perusahaan.

“Kami mengincar perusahaan publik karena kami ingin transaksi menjadi transparan,” jelas Helmi Kamal Lubis.

Helmi mengatakan bahwa setidaknya tiga perusahaan akan diakuisisi, dua di antaranya adalah perusahaan minyak dan gas bumi melalui anak perusahaan Sugih Energy yang baru ditambahkan.

Presiden Direktur Dana Pensiun Pertamina, M Helmi Kamal Lubis di Jakarta.

Dijelaskanya pula bahwa setelah perusahaannya mengakuisisi Sugih Energy, perusahan itu menerima penawaran pinjaman dari lima pemodal asing, termasuk Credit Suisse dan Deutsche Bank, dengan komitmen sebesar USD$ 400 juta.

Dia mengatakan bahwa perusahaan akan menggunakan setengah dari uang tersebut untuk mengembangkan aset Sugih Energy yang ada, dan sisanya mengakuisisi dua perusahaan minyak dan gas, dengan target membeli 40 persen saham di satu perusahaan dan 20 persen lainnya. Saangnya dia menolak menyebutkan nama perusahaan yang ditargetkan.

Dapen Pertamina memiliki 8,1 persen saham di Sugih Energy setelah membeli saham di perusahaan minyak dan energi itu melalui transaksi pasar saham langsung, yang memperlihatkan nilai investasi sekitar Rp 780 miliar. Transaksi tersebut menjadikan Dapen Pertamina sebagai pemegang saham mayoritas dengan hak suara.

“Kami ingin mengembangkan Sugih Energy baik melalui cara organik maupun anorganik” jelasnya.

Perusahaan lain dikabarkan sebagai perusahaan properti, dan Dapen Pertamina telah menyiapkan dana sebesar Rp 800 miliar untuk membeli sekitar 20 persen saham pengembang yang ditargetkan.

Dia mengatakan bahwa perusahaannya saat ini mengincar tiga perusahaan properti yang menjual rumah dengan harga di bawah Rp 500 juta.

“Setelah membeli perusahaan properti, kami akan mengembangkan sekitar 40.000 rumah untuk anggota Dapen Pertamina yang sudah pensiun dengan skema cash back,” jelas Helmi.

Dapen Pertamina sendiri merupakan perusahaan pengelola dana pensiun dengan aset lebih dari Rp 10 triliun dan dengan 29,93 persen return of investment (ROI). Didirikan pada tahun 1969, saat ini Dapen Pertamina menjadi salah satu pengelola dana pensiun terbesar di Indonesia dan Asia.

Perusahaan masuk pada 2014 dengan perusahaan jasa minyak dan gas Elnusa, yang 41 persen sahamnya dimiliki oleh Pertamina. Dapen Pertamina saat ini memiliki sekitar 18 persen saham di Elnusa, kata Helmi.

Helmi mengatakan perusahaannya berinvestasi di Sugih Energy untuk mendukung Elnusa dengan mencari perusahaan minyak dan gas untuk menerima jasanya.

Setelah transaksi mengakuisisi Sugih, Dapen Pertamina menunjuk mantan direktur hulu Pertamina Muhammad Husein untuk menggantikan direktur utama Sugih, Andhika Anindyaguna.

Dapen Pertamina juga membeli 5 persen saham di emiten Kresna Graha Sekurindo pada September,  yang merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan capital gain.

Leave A Reply

Your email address will not be published.