Halimah Yacob, Presiden Wanita Pertama Singapura

0

Singapura – Halimah Yacob, Mantan Ketua Parlemen Singapura ditetapkan sebagai presiden wanita pertama Singapura dari etnis Melayu dalam 47 tahun sejarah negeri tersebut. Wanita berusia 67 tersebut diantik pada Rabu (13/9) besok waktu setempat.

Halimah sebelumnya dikenal sebagai Ketua Parlemen Singapura dari Partai Aksi Rakyat (People’s Action Party/PAP) dan memegang jabatan Ketua Parlemen dari Januari 2013 sampai Agustus 2017. Pada tanggal 7 Agustus 2017, dia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ketua parlemen sekaligus anggota PAP karena menjadi kandidat untuk pemilihan presiden Singapura 2017 mencalonkan diri dari sektor publik. Pengalamannya menjabat Ketua Parlemen Singapura selama tiga tahun turut membantu Halimah dalam memenuhi syarat pencalonan.

Selain menjadi wanita pertama yang menjadi Presiden Singapura, Halimah juga menjadi etnis Melayu pertama dalam 47 tahun yang menjabat posisi penting di Singapura. Terakhir kali Yusof Ishak menjabat Presiden Singapura tahun 1965-1970.

Sebelumnya, pemisahan Singapura dari Malaysia membuat etnis Tionghoa menjadi mayoritas di Singapura. Populasi Melayu di negara tersebut hanya 13 persen dari 3.9 juta warga Singapura dan penduduk tetap. Meski menjadi calon presiden, Halimah mengenakan jilbab, yang dilarang di sekolah negeri dan pekerjaan sektor publik yang membutuhkan seragam.

Halimah memenangi kursi kepresidenan setelah dinyatakan sebagai satu-satunya kandidat yang memenuhi syarat untuk jabatan tersebut. Dimana sebelumnya terdapat empat kandidat, yakni dua di antaranya bukan orang Melayu dan dua lainnya tidak diberi sertifikat kelayakan.

Departemen Pemilu Singapura tidak menjelaskan lebih lanjut soal alasan penolakan empat kandidat lainnya. Namun dua kandidat di antaranya yang berasal dari sektor swasta dilaporkan tidak memenuhi syarat soal memimpin perusahaan dengan nilai aset minimum SG$ 500 juta, atau memiliki pengalaman dan kemampuan sebanding dengan sektor publik.

Leave A Reply

Your email address will not be published.